Skip to main content

Sektor Dalam Saham di Indonesia

Sektor Dalam Saham di Indonesia ada 11, namun yang gue suka cuman sekitar 5 sektor..

Dan urutan sektor untuk blog ini adalah urutan yang dari gue suka sampai yang menurut gue Kurang greget.

Sektor pertama yang paling gue suka adalah sektor pertambangan. Sektor pertambangan kalau di Bursa Efek Indonesia adalah sektor dengan kode A atau bisa juga disebut sektor Energi.

 


SEKTOR ENERGI (A)

Sektor energi ini mencakup seperti batubara, minyak bumi,  gas alam dan perusahaan yang menyediakan jasa untuk produk-produk tersebut. Perusahaan-perusahaan yang ada di sektor energi ini pendapatannya agak cukup bergantung dengan keadaan dari perusahaan itu sendiri maupun dari harga komoditas energi dunia. 

Kita contoh saat ini, harga emas lagi naik dikarenakan adanya perang Israel melawan Hamas dan itu menyebabkan perusahaan-perusahaan emas ikut naik dikarenakan Mereka takut uang jadi tidak berharga dan emas menjadi pilihan utama untuk likuiditas. Kalau di indonesia perusahaan emas yang cukup terkenal adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Contoh perusahaan-perusahaan atau emiten lainnya yang ada di sektor energi atau pertambangan itu seperti ADRO - BRMS KKGI dan ENRG.

 

SEKTOR BARANG KONSUMEN NON - PRIMER (E)

Sektor barang konsumen non primer ini adalah sektor barang sekunder atau barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan sehari-hari seperti perusahaan mobil, perusahaan peralatan rumah tangga, sparepart, media dan hiburan. Sektor ini juga sering disebut sektor cyclical atau berputar, jadi dia itu ndak setiap hari penjualannya dan sangat terpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi karena tidak dibeli setiap saat, sektor ini kebutuhan secondary lah intinya.

Contohnya ya seperti saat kondisi keuanganmu melemah kamu nggak mungkin kan belanja barang-barangnya Ace Hardware, Ngopi di cafe mahal atau kamu beli mobil, saat keuanganmu melemah atau waktu kamu nggak ada duit kamu malah beli netflix kan nggak mungkin gitu loh. Nah inilah sektor barang konsumen non primer atau sekunder.

Contoh-contoh dari perusahaan konsumen non primer atau cyclicall itu seperti ACES, MPMX - MNCN dan BMTR.

 

SEKTOR BARANG KONSUMEN PRIMER (D)

Sektor Barang Konsumen Primer mencakup perusahaan yang melakukan produksi atau distribusi produk dan jasa yang secara umum dijual pada konsumen namun tetapi untuk barang yang bersifat anti-siklis atau barang primer/dasar sehingga permintaan barang dan jasa ini tidak dipengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti Perusahaan Ritel Barang Primer – Toko Makanan,Toko Obat-obatan, Supermarket, Produsen Minuman, Makanan Kemasan, Penjual Produk Pertanian, Produsen Rokok, Barang Keperluan  umah Tangga, dan Barang Perawatan Pribadi.

Contoh produk pada sektor ini ya seperti Indomie, Rokok Sampoerna, Indomaret, Hypermart, Matahari Departemen Store, Kacang Garuda, Mustika Ratu, Sabun Unilever, Alfamart, Rokok Gudang Garam.

Contoh-contoh dari perusahaan konsumen primer atau non cyclicall itu seperti HMSP - MRAT

 

SEKTOR KEUANGAN (G)

Sektor Keuangan mencakup perusahaan yangmenyediakan layanan keuangan seperti Bank, Lembaga Pembiayaan Konsumen, Modal Ventura, Jasa Investasi, Asuransi, dan Perusahaan Holdings.

Kalau di dunia nyata ya seperti bank BRI, Mandiri, BCA, Bank Jago, Asuransi dan laen laen.

Saham sektor keuangan sangat terpengaruh dengan IHSG dan suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia. Seperti saat artikel ini gue tulis, Bank Indonesia sedang menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% naik sekitar 0.25% dari biasanya. Hal ini langsung membuat beberapa saham perbankan memerah atau menurun harga sahamnya.

Contoh-contoh dari perusahaan sektor keuangan itu seperti BNGA - PNBN

 

SEKTOR PERINDUSTRIAN ( C )

Sektor Perindustrian mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa yang secara umum dikonsumsi oleh industri, tapi bisa juga oleh konsumen. Produk dan jasa dihasilkan merupakan produk dan jasa final dan bukan produk yang harus diolah lagi seperti bahan baku. Industri ini mencakup produsen Barang Kedirgantaraan, Pertahanan, Produk Bangunan, Produk Kelistrikan, Mesin. Selain itu industri ini juga mencakup penyedia Jasa Komersial - seperti Percetakan, Pengelola Lingkungan,  emasok Barang dan Jasa Industri - dan Jasa Profesional – seperti Jasa Personalia dan Jasa Penelitian - untuk keperluan industri.

Contoh nyatanya seperti perusahaan yang bikin genteng, beton casting, astra motor dan mobil, united tractor.

Contoh-contoh dari perusahaan sektor perindustrian itu seperti IMPC.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Screening Saham

Screening saham itu secara garis besar adalah jalur kamu (peta pikiranmu) mempelajari apakah sebuah emiten itu bagus perusahaannya atau worthed untuk kamu beli dan ada potensi menghasilkan cuan. Step by Step Screening Saham ? Nah screening saham yang pertama itu adalah menentukan sektor Apa yang ingin kamu beli.   Setelah dari sektoral itu mulailah pilih saham yang menarik buatmu, yang harganya bisa kamu beli. Misal kamu ingin beli saham pada sektor pertambangan, kamu buka dulu Grafik komoditas saham yang ingin kamu beli. Misalnya kamu ingin beli saham pertambangan batubara atau timah atau nikel,  kamu lihat dulu grafiknya yang mana yang sedang naik atau yang sedang turun. Untuk melihat grafik saham komoditas dunia bisa lihat di link ini. Kalau bisa ya belilah saham yang komoditasnya sedang naik atau hijau. Tapi harga saham perusahaannya tidak terlalu tinggi. Kemudian kalau misalnya kamu ingin mengambil sektor perbankan atau keuangan yang kamu lihat adalah suku bunga acuan ...